Menjadi Berkat bagi dunia (Jam Doa PERMATA GBKP)

shine

Jam Doa PERMATA GBKP

23 April-29 April 2017

PERMATA GBKP Menjadi Berkat bagi Dunia

                Jadilah berkat bagi dunia selalu menjadi tema yang menarik baik itu dalam khotbah, bahan-bahan pengajaraan, dll.  Demikian juga melalui bahan PA PERMATA GBKP kita kali ini yang juga menekankan akan tanggungjawab dan peran gereja atau orang-orang percaya di tengah-tengah dunia

                Visi GBKP juga dengan jelas menyatakan akan identitasnya sebagai kawan sekerja Allah untuk menyatakan rahmat Allah bagi dunia.  Melalui Jam Doa PERMATA GBKP pada minggu ini kita akan dibawa untuk berefleksi sampai sejauh inia atau saat ini, hal-hal apa saja yang sudah kulakukan untuk menjadi berkat bagi dunia dan sekitarku?  Melalui pujian dan penyembahan kiranya kita semakin sadar akan arti kehadiran gereja, khususnya orang-orang muda yang Tuhan berikan kekuatan untuk menjadi berkat.  Kita sudah diberkati maka selayaknya kita juga sebagai orang-orang yang memberkati, dan persekutuan yang memberkati.

                blessingJangan sia-siakan masa mudamu untuk kesenangan dunia ini tapi pakailah untuk kemuliaan Tuhan dalam segala hal kehidupan kita.  Biarlah terangmu bercahaya, biarlah suaramu bergemuruh dan biarlah hidupmu bergelora selalu dalam Tuhan.

by SJS

Advertisements

Didong Doah (cakap-cakap PA PERMATA GBKP 26 Maret-01 April 2017)

Didong Doah

(Kejadian 2:23-24; Masmur 127:4)

pernikahan

                Mungkin teman-teman PERMATA GBKP akan bertanya, mengapa tema tentang persiapan menjadi keluarga ini menjadi tema PA PERMATA GBKP 2017? Secara umum dari percakapan atau diskusi dengan pelayanan kategorial lainnya seperti Moria dan Mamre maka ada kecendrungan orang-orang muda yang menikah ketika memiliki anak seperti tidak mampu untuk memainkan tanggungjawabnya sebagai orang tua.  Ya tentu saja banyak sebabnya seperti pekerjaan dan karir, belum berpengalaman, dll.  Bertolak dari persoalan-persoalan ini maka PERMATA GBKP harus mempersiapkan orang-orang muda yang akan menikah untuk memahami akan tanggungjawabnya nanti juga sebagai orangtua.

Bahan PA PERMATA GBKP 26 Maret – 01 April berbicara tentang laki-laki dan perempuan yang akan bersatu menjadi suami istri.  Ini pemahaman yang masih kita pegang di tengah gereja kita karena saat ini karena begitu banyaknya berkembang isu-isu tentang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).  Gereja kita tidak mengakui dan menerima pernikahan sejenis. Kemudian dilanjutkan tentang peran dan tanggungjawab nantinya  sebagai orangtua. Walaupun pasangan yang masih muda tetapi mampu menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak, inilah yang menjadi harapan ke depannya.

Tuhan telah mempersiapkan segalanya bagi kehidupan umat manusia.  Tidak hanya dunia ini dan segala isinya tetapi juga Tuhan menyediakan teman yang menjadi penolong sebab tidak baik manusia itu sendiri.  Inilah dasar teologis pernikahan sehingga seorang laki-laki dan perempuan akan bersatu menjadi satu daging.  Kemudian nantinya seorang laki-laki akan menjadi seorang suami dan seorang perempuan akan menjadi seorang istri dan keduanya akan menjadi orangtua bagi anak-anak untuk membawanya mengenal Allah.

keluargaMari teman-teman PERMATA GBKP, persiapkan diri tidak hanya menjadi seorang suami atau istri yang baik tetapi juga nantinya menjadi orangtua yang bertanggunjawab terhadap anak-anak yang diberikan oleh Tuhan di tengah-tengah keluarga.

Selamat er-Didong Doah gelah pagi anakta si dilaki lampas mbelin janah jadi galah gedang man mamandu bagepe si nangkih mayang man mamindu, di seh pagi paksana si legi in impalndu.  Bagepe anakta si diberu gelah jadi sin utu cimpa man bibindu, gelah adi enggo mbelin pagi reh impalna. (SJS)

Cakap-cakap PA PERMATA GBKP: Jam Doa (Aku Cinta Keluargaku) 19 Maret-25 Maret 2017

Josua

 Jam Doa PERMATA GBKP

Aku Cinta Keluargaku

Apa tandanya kalau kita cinta? Apa buktinya kalau kita cinta?  Tentunya banyak cara orang untuk menyatakan cintanya baik itu kepada orangtua, keluarga, sahabat atau pacar.  Jika kita perhatikan lebih dalam pembicaraan cinta di kalangan orang muda lebih banyak soal tentang pacarnya atau orang yang tengah ditaksirnya.  Wajar sih karena memang adanya perasaan suka dan untuk mengenal lebih jauh.  Nah bagaimana dengan cinta orang muda atau PERMATA GBKP dengan keluarganya?  Sudahkah kita bersyukur akan keluarga kita?

Jam Doa PERMATA GBKP 19 Maret-2017 Maret 2017 ini mau mengingatkan kembali PERMATA GBKP akan cintanya kepada keluarga.  Tanpa sadar banyak waktu kita tidak lagi bersama dengan keluarga entah itu karena kesibukan kita dalam pekerjaan, kehidupan sosial, pergaulan bahkan akibat perkembangan teknologi yang membuat orang-orang muda asyik dengan dirinya.  Mari sejenak kita belajar dari seorang Yosua yang menyatakan bahwa seisi keluarganya hanya menyembah Tuhan.  Refleksinya bagi kita saat ini apakah keluarga kita, seisi keluarga kita sudah beribadah kepada Tuhan?

love familyAku Cinta Keluargaku mau mempertanyakan CINTA PERMATA GBKP kepada keluarganya yang tampak dalam sikap dan perilaku yaitu:

  1. 1.  sebagai contoh dalam keluarga baik itu kepada orangtua, saudara bahkan kepada keluarga bahwa kita setia dan patuh kepada firmanNya.  Yosua sudah meihat bagaimana karya Tuhan dalam hidupnya sehingga memberikan pilihan kepada bangsa Israel kepada siapa mereka akan beribadah
  2. 2.  sebagai penggerak dalam keluarga yang membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Tuhan.  Jika ada kegiatan gereja, PERMATA GBKP mengajak orang tua untuk bersama-sama ke gereja atau membawa adik-adik kita pergi PA atau ke sekolah minggu.

Tunjukkan kecintaan kita kepada keluarga sehingga keluarga kita diselamatkan Tuhan dan mendapatkan damai surge.  Persiapakan dirimu PERMATA GBKP untuk merefleksikan cintamu kepada keluarga dalam jam doa PERMATA GBKP.  Selamat berefleksi dan melakukan  (SJS)

Cakap-cakap PA PERMATA GBKP 12-18 Maret 2017 (Persekutuan yang Menyembuhkan)

A forgive youYang Terluka Yang Menyembuhkan (4)

Inilah saatnya (Mengampuni)

 

Mungkin atau sering kita mendengar bahkan menyanyikan lagu ”mengampuni mengampuni lebih sungguh, sebab Tuhan lebih dulu mengampuni”  Lagu ini sungguh menceritakan kasih Tuhan yang begitu besar bagi kita manusia.  Mengapa? Seperti pintu yang telah dibuka, tembok yang telah dihancurkan, maka manusia kembali memiliki hubungan yang baru dengan Allah.  Ini adalah anugerah.  Kemudian bagaimana lakunya atau tampaknya dalam kehidupan kita sebagai gereja?  Pengampunan adalah gaya hidup kita sebab Allah sudah memberikan pengampunannya bagi kita

Jika tahun ini kita menyatakan bahwa kita belajar untuk melakukan maka mengampuni adalah karakter dan sikap yang harus kita lakukan.  Inilah kualitas yang harus tampak ketika kita berbicara tema bahan PA PERMATA GBKP, Yang Terluka Yang Menyembuhkan (4) pada minggu ini 12 Maret-18 Maret 2017.  Kejadian 50:15-21 menceritakan pengalaman Yusuf dengan saudara-saudaranya yang telah melakukan hal yang jahat kepadanya.  Tetapi apa yang dilakukan Yusuf adalah mengampuni saudara-saudaranya.  Apa rahasianya? Ya Yusuf melihat apa yang telah terjadi dalam kehidupannya dengan cara yang berbeda sebab, “Allah telah mereka-rekanya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang sekarang ini, memelihara hidup suatu bangsa yang besar”.

pita putihMelihat cara Tuhan yang bekerja  dengan luar biasa bahkan dalam peristiwa-peristiwa yang menyakitkan sekalipun membentuk kita pada pemikiran dan sikap seperti Kristus yaitu penuh kasih dan pengampunan.  Tidak mudah untuk mengampuni tetapi kita harus membesarkan hati kita akan kasih Kristus yang penuh pengampunan.  Kiranya aksi simbolisasi dengan pita putih mengajak kita untuk saatnya untuk move on untuk membangun relasi dan komunitas baru yaitu persekutuan yang menyembuhkan.  Siapkan dirimu untuk merasakan kebahagiaan dan sukacita ketika kita mengampuni orang yang telah melukai kita.  Jangan ketinggalan teman-teman PERMATA GBKP (SJS)

Cakap-cakap PA PERMATA GBKP 05 Maret-11 Maret 2017

IMG-20170107-WA0015Tidak terasa yar waktu begitu cepat berlalu di tahun 2017 ini.  Tentu sudah banyak hal yang kita pelajari dari bahan-bahan PA PERMATA GBKP 2017 hingga bulan yang ketiga ini, dan banyak juga yang telah kita lakukan dan akan teman-teman lakukan.  Dalam hubungan kita dengan manusia ya baik itu saudara, keluarga bahkan orangtua kita seringkali tanpa sadar atau sadar membuat banyak hati teman-teman terluka, atau jangan-jangan lebih sering membuat luka hati orang lain.  Yang Terluka Yang Menyembuhkan merupakan tema yang diangkat untuk beberapa minggu ke depan agar setiap luka yang ada di hati kita dapat sembuh dan menjadi kekuatan bagi hidup.  

Minggu ini kita memasuki bagian yang ketiga tema Yang Terluka Yang Menyembuhkan (Penemuan Diri)  setelah minggu lalu kita belajar untuk menemukan akar-akar kepahitan dalam hidup kita.  Kemudian apa yang kita lakukan?  membiarkannya saja atau menyembuhkannya?  Kita harus dengan SADAR melihat kepahitan dalam hati kita dan menyelesaikannya.  Ini bukan proses yang mudah tapi membutuhkan waktu untuk sampai pada kesadaran diri akan dampaknya dalam kehidupan kita.  Lukas 15:11-21 merupakan perumpamaan akan anak yang hilang yang menggambarkan akan kasih Allah yang besar.  Di samping gambaran akan kasih Allah yang besar, ada juga sebuah cerita akan kesadaran seorang anak akan kesalahan dan luka akibat perbuatannya.  Akhirnya anak itu kembali kepada bapanya dan hidupnya dipulihkan.

healed heart 2Menemukan diri berarti mencoba mengelola diri dalam ketidakberdayaan (MENGAKUI AKU TERLUKA) dan kemudian bangkit dan menjadi lebih baik lagi.  Mari teman-teman PERMATA GBKP kita persiapkan diri kita untuk hadir di PA PERMATA GBKP minggu 05 Maret – 11 Maret 2017.  Maeri beramai-ramai kita ajak teman kita untuk membangun persekutuan yang lebih baik dan maju di hari-hari yang akan datang. Tuhan memberkati (SJS)