PERMATA GBKP Of The Month October 2015


IMG_20151025_090017_HDR

drg Sura Kencana Perangin-angin

Syalom teman-teman PERMATA GBKP, dibulan Oktober 2015 ini kami membawakan sebuah tema tentang KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) sesuai dengan tema tersebut perhatian kami tertuju kepada salah satu PERMATA GBKP yang sudah terjun kedalam dunia KTB ini selama 17 Tahun, dimulai dari pelayanan KTB disekolah hingga akhirnya ada gereja yang meminta beliau untuk membantu pelayanan digereja tersebut.

Dan langsung saja mari kita sambut PERMATA GBKP Of The Month October 2015, drg Sura Kencana Perangin-angin *ProkProkProk, Bang Sura (nama panggilannya) tinggal di Jln Limau Bali, Binjai Barat, dan beliau merupakan anggota GBKP di Rg Simpang Awas Binjai, karena beliau sudah melayani KTB selama 17 Tahun oleh karena itu saya meminta beliau untuk menceritakan sedikit pelayanannya, beliau mengatakan “bidang pelayanan yang saya geluti bisa dibagi menjadi 2 bidang GBKP dan Interdenominasi, awal-awal saya rindu melayani itu waktu SMA kelas 2 sekitar 17 tahun yang lalu, itu di dunia Interdenominasi karena saya fokus disekolah-sekolah lalu begitu saya selesai ngawan (naik sidi) terlibat dalam kepengurusan PERMATA GBKP di sektor lalu terlibat di kegiatan-kegiatan runggun dan klasis, dan sampai sekarang terlibat di Tim KTB PERMATA Pusat”

Mendengar jawaban beliau yang memulai pelayanan disekolah saya penasaran dan bertanya kenapa abang mau terjun melayani sampai ke sekolah-sekolah ? dan dengan santai beliau menjawab “Konteksnya diawal-awal dulu saya diingatin bahwa hidup itu dikasi sama TUHAN untuk boleh bermakna, dan kalau dapatnya gratis dari TUHAN kenapa nggak juga ngasi gratis juga ke orang-orang, jadi karena mentalitas mau melayani TUHAN nya muncul karena hutang sudah dilunasi oleh kristus  yuk dilayani TUHAN sampai sanggupnya”.

Teman sepelayanan Bang Sura sedang berdoa

Teman sepelayanan Bang Sura sedang berdoa

Senang sekali mendengar jawaban bang sura, walaupun singkat tapi maknanya sangat dalam sekali, walaupun profesinya sekarang adalah Dokter Gigi namun didalam setiap kesibukan beliau masih mau meluangkan sebagian dari waktunya untuk melayani Tuhan, 17 tahun melayani sudah pasti banyak cerita pelayanan yang dimiliki oleh bang sura namun tantangan apa saja yang abang hadapi ketika melayani di KTB ?

“Tantangan terbesar saya adalah menyatukan pemikiran banyak orang, jadi misal kita lagi bergerak dalam sebuah runggun atau kita lagi mau mengarahkan gerakan di klasis dan saat ini mungkin  gerakan di tingkat pusat bahwa ada kegiatan yang mau kita sepakati kerjakan bersama-sama tantangan terbesarnya adalah membuat kepala semua orang ini yang jumlahnya hampir ratusan atau ribuan ini sepakat untuk mengerjakan hal yang sama itu merupakan tantangan terbesar, jadi banyak hal harus saya pelajari banyak hal yang saya gali supaya saya bisa menyamakan pemikiran bagi banyak orang dan mengerjakan hal yang sama. dan ini merupakan tantangan terbesar buat saya dan sampai hari ini saya masih terus belajar dan masih belum menemukan formula yang paling tepat untuk menyamakan semua pikiran”.

Dengar-dengar kam baru saja merayakan ulang tahun ke 17 lahir baru bisa ceritakan nggak maksud dari perayaan 17 tahun kam hidup baru tersebut ?

“Saya baru merayakan 17 Tahun lahir kembali atau 17 Tahun melayani maksudnya tahun 1998 itu pertama kali saya memberitakan firman itu di SMA kelas 2 dan itu 17 Tahun yang lalu dan itu pertama kali membawakan khotbah di sekolah SMP, jadi pembinaan saya atau KTB saya pertama itu ada disekolah dan bukan di gereja manapun, jadi waktu itu ada alumni dari sekolah saya lalu dia membuat KTB disekolah saya, dan saya terlibat di KTB tersebut dan disitu awal mulanya saya kepikiran Kalau punya hidup ya melayani Tuhan deh !, dan itu 17 Tahun yang lalu, berkelanjutan beberapa gereja pernah mengundang saya meminta bantuan untuk pelayanan salah satu yang paling lama sempat minta saya temanin pelayanannya yaitu di GKPB dari tahun 1999 sampai tahun 2002, tapi saya pribadi punya prinsip bahwa semua hal baik yang ada di gereja lain seharusnya juga bisa ada dengan versinya di GBKP, jadinya saya salah satu orang yang tidak menyarankan pidah-pindah gereja, boleh mengenyangkan diri, boleh belajar, boleh berdiskusi, tapi kalau mau membina kalau mau membangun, GBKP menjadi ladang yang paling utama untuk kita bangun, jadinya saya suka menggali banyak ilmu dari banyak denominasi dan dari banyak pendeta, tapi kalau mau menerapkannya saya memilih GBKP lebih dulu untuk menerapkannya dan kalau ternyata GBKP tidak mengakomodir kemampuan itu baru saya serahkan ke oikuminis ke gereja manapun yang mau meningkatkan kemampuannya dengan apa yang saya punya”.

Kelompok KTB Bang Sura yang sedang memberikan penghiburan kepada adik-adik di Pengungsian Sinabung dalam gerakan Bible For Sinabung

Kelompok KTB Bang Sura yang sedang memberikan penghiburan kepada adik-adik di Pengungsian Sinabung dalam gerakan Bible For Sinabung

Wah hebat ya bang sura sudah melayani dari kelas 2 SMA, Trus seperti apa acara perayaan 17 tahun pelayanan ndu itu ?

Standar aja, saya kumpulin semua adik-adik, jadi 17 tahun saya sudah jalan melayani Tuhan ada banyak adik-adik yang sudah saya sentuh jadinya itu seperti reunian, jadinya adik-adik yang saya baru muridkan yang baru saya KTB-kan di tahun 2014 itu tidak mengenal adik-adik yang saya KTB-kan di tahun 2002, padahal mereka satu kakak KTB tapi mereka nggak pernah ketemu, jadinya diacara itu saya usahain beberapa perwakilan datang yang masih tinggal didaerah Medan Binjai, kumpul trus mereka saling kenal, oh ada anak-anak KTB bang sura yang lain dan ternyata kami sudah banyak, gitu !.

Nah ngomongin soal KTB nih ya kira-kira Abang sudah memiliki buku KTB PERMATA Pusat ? “Bukunya saya sudah lihat, saya sudah baca singkat, tapi saya belum memiliki sampai saat ini hahahaha”

Sebagai Ketua Tim KTB PERMATA Pusat bagaimana kam melihat pertumbuhan KTB dalam PERMATA GBKP ? “secara umum saya tidak punya sejarah komplit tentang ide KTB ini muncul di GBKP saya tidak melihat sejarah awalnya, tapi kalau melihat perkembangan sejauh yang bisa saya pantau kira-kira 4 Tahun yang lalu sampai sekarang perkembangannya semakin baik penerimaan semakin besar dan kebutuhan akan sentuhan-sentuhan pribadi bagi tiap PERMATA dalam pertumbuhan rohani yang diberikan oleh KTB yang tidak diberikan oleh bagian lain dari PERMATA itu semakin dibutuhkan jadi di tahun 2015 ini terkhusus saya mendapatkan data ada banyak runggun yang meminta Tim KTB untuk boleh membantu mereka membentuk tim KTB didalam runggun mereka, jadinya kerinduan itu sudah ada, semakin besar, dan kita butuh banyak tenaga untuk terlibat didalamnya”.

Bang sura Apakah KTB itu sama seperti rundown dalam sebuah acara kebaktian ? “Hampir mirip, bedanya hanya pada sentuhan pribadi (Personal Touch) itu jauh sekali bedanya, karena itu kelompok kecil dan bentuknya tumbuh bersama jadi kesempatan menerapkan materi firman Tuhan yang dikhotbahkan ke kehidupan sehari-hari, Personal Touch-nya itu yang tidak mungkin dilakukan dikebaktian biasa, tidak mungkin dilakukan di KMP, acara-acara kita besar, massive, tapi kerugian dari acara-acara besar dan massive itu kita tidak bisa personal touch, jadinya untuk mengakomodir itu PERMATA GBKP menyediakan KTB untuk menyentuh secara pribadi kehidupan pribadi PERMATA”.

Bang Sura Kencana dan Teman-teman KTB-nya

Bang Sura Kencana dan Teman-teman KTB-nya

Apa harapan bang sura untuk PERMATA GBKP kedepannya terkhusus dalam KTB ? “Sejujurnya, saya butuh PERMATA GBKP untuk menghidupi firman Tuhan bukan cuman mengetahuinya, KTB itu menjadi arena bermain baru bagi setiap orang untuk boleh menerapkan firman Tuhan dalam kesehariannya, saya yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan selama ini juga membantu PERMATA GBKP untuk menerapkan firman Tuhan, namun arena baru yang kita siapkan yaitu KTB disiapkan untuk menjadikan lebih banyak PERMATA melakukan firman Tuhan dalam kesehariannya, kita bisa diskusi kelemahan kekuatan, kita bisa diskusi tantangan dan harapan, kita bisa diskusi tentang keadaan sehari-hari yang membuat kita semakin giat melayani Tuhan, kita bisa diskusi di Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) sehingga secara umum berjalannya tim KTB seharusnya beriringan dengan semakin banyaknya PERMATA yang aktif di tiap runggunnya, kalau selama ini kita cuma dapat angka aktif PERMATA itu diangka 50% kita punya 300 PERMATA, 150 PERMATA yang hadir, dengan adanya KTB dirunggun tersebut kita akan meningkatkan keaktifan PERMATA diseluruh kegiatannya, jadinya kita bisa dapat angka di 80% dari jumlah PERMATA di tiap runggunnya dan akan menjadi PERMATA yang aktif”.

Nah teman-teman PERMATA GBKP mari kita bangun KTB di runggun ataupun klasis kita masing-masing, dan mari kita dekatkan diri kita dengan Tuhan melalui KTB, bang sura saja yang sudah jadi dokter mau lho meluangkan waktunya untuk melayani melalui KTB, masa teman-teman PERMATA GBKP yang sudah diberi berkat sama Tuhan tidak mau meluangkan waktu untuk membangun KTB di runggun ataupun klasis sendiri !.

Artikel ini ditulis oleh Badia Tarigan

Advertisements

Halo PERMATA silahkan berikan Komentar kalian

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s